Sepuluh hari berlalu, tepatnya saat ibu dan adik bungsuku kembali pulang ke rumah kami di padalarang. Sampai detik ini pun keinginanku tetap sama, merasakan kehidupan seperti seindah dulu bersama orang tua dan adik adikku dirumah kami.
Sweet Home, aku biasa menyebut rumah sederhana kami dengan sebutan itu.
Bukan rumah candy, tapi aku selalu merasa segala keindahan yang aku rasakan semasa hdup adalah saat aku tinggal dirumahku itu. Hmm tapi sekarang sulit rasanya merasakan hal yang sama, aku tinggal di tempat yang benar benar tidak aku sukai. Aku tidak punya teman ataupun sahabat disini, dan itu merupakan salah satu faktor penyebab ketidakbetahanku selama ini.
Kembali ke topik..
Barusan ibu sms, dan mengabari kami bagaimana keadaan disana.
Akupun tidak lupa melaporkan kegiatan kami selama disini setelah kepergiannya.
Tidak ada hal yang berbeda dari setiap smsnya yang masuk ke ponselku.
Tetapi saat ibu mengirim sms kesekian, hatiku tersentuk dan hampir mengeluarkan air mata.
Coba baca deh smsnya ini:
"Mba, gimana kabarnya? Mudah mudahan baik baik saja. Akupun disini baik baik saja. Sejak kepindahanku ke Padalarang, aku selalu merindukan Bapak dan Mba mbakku. Mudah mudahan kita bisa ketemu dan berkumpul kembali. Sekian surat dari adikmu yang selalu merindukanmu.
Wassalam, Wildan Pranoto."
Seketika hatiku terenyuh membaca sms ini. Ibu bilang adikku Wildan mendapat tugas menulis surat, dan akhirnya ia menulisnya untuk kami disini.
Aku yakin itu curahan hati sesungguhnya seorang anak manusia yang merasakan kerasnya hidup sehingga mau tidak mau ia harus merasakan perpisahan dengan keluarganya :(
I feel what your felt :(
Mba juga sama wil, sama!!
Mba ingin cepat lulus dan cepat kembali kesana bareng kalian.
Kembali tersenyum tanpa kesemuan.
Dan kembali hidup dengan ketenangan jiwa juga pikiran.
Tunggu Mba
Tunggu Kita disana
I MISS YOU BOY :***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar